Selamat Datang di Blog jendelailmu67

Selamat Datang di Blog jendelailmu67

Powered By Blogger

Friday, March 29, 2013

Berbicara Dalam Etika Islam

Pemimpin adalah seseorang yang memiliki ilmu, memiliki pengalaman, dan juga keberanian untuk mengambil sebuah keputusan. Tetapi disamping seorang pemimpin harus memiliki ilmu, pengalaman, dan keberanian, pemimpin juga harus memiliki etika karena seorang pemimpin merupakan panutan dan contoh bagi orang lain. berikut ini merupakan pendapat saya mengenai etika-etika berbicara dalam islam yang harus dimiliki oleh pemimpin :

1. Berbicaralah kepada orang lain dengan ungkapan yang jelas, dapat dipahami oleh semua orang dan tidak dibuat-buat atau dipaksakan.

Sebagai seorang pemimpin, seperti pemimpin perang. instruksi yang ia berikan haruslah dapat dipahami oleh para prajuritnya supaya tidak terjadi kesalah-pahaman yang dapat mengakibatkan kekalahan dalam peperangan.

2. Menghindari perdebatan dan mengadu domba.

Seorang pemimpin yang arif haruslah dapat melerai, menengahi persoalan yang terjadi serta menghindari perdebatan yang dapat mengakibatkan perkelahian diantara sesama.

3. Tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa.

Seorang pemimpin sudah sepatutnya selalu tenang dalam menyikapi persoalan yang sedang terjadi, serta tidak tergesa-gesa dalam berbicara dan mengambil keputusan yang tepat.

4. Menghindari sikap mengejek, dan memandang rendah orang lain

Meskipun seorang pemimpin memiliki kekuasaan, ia tidak boleh mengejek dan menganggap rendah orang lain, karena sosok pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menghormati orang lain meskipun orang tersebut bukanlah orang terdekat dari sang pemimpin.

Thursday, March 28, 2013

Cara Menumbuhkan Jiwa Seorang Pemimpin




Sudah banyak pemimpin hebat yang memimpin di dunia. Misalnya di Indonesia, ada Presiden Ir. Soekarno, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan masih banyak lagi. Tapi tahukah anda, bahwa menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah dan tidak instan. Mungkin saya akan mencoba memberikan cara menumbuhkan jiwa seorang pemimpin yang ada dalam diri kita sendiri:

1. Niat
Hal ini sangat diperlukan untuk langkah awal menjadi pemimpin karena niat itu merupakan dasar untuk melakukan suatu tindakan. Tumbuhkan dahulu niat anda yang kuat.

2. Motivasi
Motivasi juga perlu untuk membangun jiwa pemimpin, misalnya dengan cara sering menonton TV tentang acara motivasi dengan tema kepemimpinan, atau cara termudah adalah memasang poster/kata-kata motivasi di tempat yang sering anda lihat misalnya di pintu kamar atau bisa juga di meja belajar.

3. Perbanyak ilmu
Bertanya kepada teman, saudara, guru, atau orang tua yang pernah menjadi pemimpin. Tanyakan kepada mereka, apa saja pengalaman memimpin sebuah organisasi, bagaimana cara memimpin yang baik dan benar, dll. Atau dengan mencari artikel di internet tentang kepemimpinan dan bisa juga mengikuti  seminar tentang kepemimpinan.

4. Berlatih secara terus menerus
Dan cara/langkah terakhir adalah menerapkannya setelah 3 cara diatas sudah dilakukan. Melakukan latihan misalnya mulai dari ikut menjadi anggota sebuah organisasi kemudian berlanjut menjadi posisi tertinggi di suatu organisasi yaitu ketua. Ada pepatah mengatakan, “semua itu butuh proses.” Contoh mudahnya seperti ini, kita memasak mie instan membutuhkan proses mulai dari membuka mie, memasukkan bumbunya di piring, direbus, kemudian baru bisa diaduk dengan bumbu dan dimakan.

Pemimpin Amanah



Seperti yang sudah diketahui, pemimpin mengemban tugas yang berat dan harus memberikan kinerja yang terbaik. Ternyata bukan hanya itu saja, pemimpin juga harus amanah dalam menjalankan tugasnya selama ia menjabat. Amanah adalah salah satu sifat baik yang dimiliki Rasulullah SAW yang memiliki arti menyampaikan perintah secara baik dan benar.

Salah satu sifat tersebut ada baiknya kita jadikan suri teladan dalam menjadi pemimpin dalam kehidupan sehari-hari karena memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaatnya adalah hubungan organisasi menjadi lancar, timbul sikap percaya dari anggotanya maupun orang lain, dan mendapat pahala dari Allah SWT karena telah berbuat jujur dalam menyampaikan amanah.

Dari sifat amanah tersebut, saya berharap agar pemimpin di zaman saat ini yang sikapnya tidak amanah dapat berubah menjadi jujur dalam kepemimpinannya sehingga tidak ada lagi kata “korupsi” yang merajalela.